kata-kata adalah senjata
NEGRI NGERI- MARJINAL
lihatlah negri kita
yang subur dan kaya raya
sawah ladang terhampar luas
samudra biru
tapi rataplah negri kita
yang tinggal hanyalah cerita.
cerita dan cerita
terus cerita.
pengangguran merebak luas,
kemiskinan meraja lela
pedagang kaki lima tergusur teraniaya
. bocah-bocah kecil merintih,
melambungkan mimpi di jalanan,
buruh kerap menghadapi penderitaan
inilah negri kita malam
yang gelap tiada berbintang
dari derita dan derita menderita
. sampai kapankah derita ini,
yang kaya darah dan air mata
yang senantiasa membanjiri bumi pertiwi…

MARSINAH- MARJINAL
kulihat buruh perempuan berkeringat,
membasahi bumi dan tenggelam.
energi yang kau curahkan
begitu besar yang kurasakan
terhanyut dalam kesombongan
terlupakan.
gemerlap cahayamu
membentangi garis kehidupan
hanya lahir di caci maki kau hadapi.
keringat dan ketenanganmu
mengalir deras tak ternilai
hanya tetes darah dan air mata
yang kau terima
o o ho marsinah
kau termarjinalkan.
o o ho marsinah
matimu tak sia-sia…
MASBERTO
sinisnya raut wajah dan keluarnya kata-kata
yang menyiratkan bahwa mereka itu durjana
tak asing di telinga bahkan sudah membudaya
bahwasanya mereka kriminal atau pendosa
apakah tato yang bertindak dan bekerja (no..no..)
ataukah tato yang membunuh dan megang senjata
tercipata buruk sangka yang dibangun oleh media
melalui berita yang miskin data
sangatlah menyedihkan bila berfikir adanya
bahwa tato itu kejahatan (oh ya? tentu tidak!)
ternyata mereka orang-orang merdeka
yang mengekspresikannya arti berkarya
masberto, masyarakat-masyarakat bertato..(you have to know!)
masberto, bukan masyarakat berdasi tapi klepto..(you have to know!)
masberto, kami senang jadi masyarakat bertato..(you have to know!)
masberto, ynag penting hatinya kagak bertato..(you have to know!)
owaeaeo..masyarakat bertato..bukan kriminal..